Tuesday, June 5, 2012

Sirkus Egrang Perancis Kesima Warga Purwokerto

Selamat membaca .

TEMPO.CO, Purwokerto – Sebuah pertunjukan langka tersaji di Taman Andhang Pangrenan Purwokerto, Selasa malam, 5 Juni 2012. Kelompok sirkus kontemporer asal Limousin, Prancis, Chabatz d''Entrar memukau ratusan masyarakat Purwokerto saat membawakan pertunjukan secara teaterikal dengan mengandalkan permainan egrang.Seni pertunjukan yang diseleanggarakan Institut Francais state (IFI) dan Lembaga state Perancis (LIP) itu mampu membuat penonton terpukau dengan keahlian pemainnya. Pertunjukan dipelopori  oleh histrion Leger dan Anne Karine dengan tajuk Perches.Perches yang dibawakan secara akrobatik itu, menggambarkan kisah kasih antara sepasang manusia. Penampilan yang disutradarai Remy Balague ini digelar dalam rangkaian Festival Musim Semi Perancis 2012.Ditemui usai pertunjukan, histrion Leger mengatakan, pertunjukkan ingin menggambarkan pada publik tentang kehidupan sehari-hari di Prancis. Sebuah cerita yang mencoba saling berinteraksi dan memahami satu sama lain. “Kami membebaskan penonton untuk menginterpretasikan sendiri,” katanya.Oliver mengatakan, dalam pertunjukkan di alam terbuka berdurasi 30 menit itu, digambarkan sepasang lelaki dan perempuan yang awalnya berada dalam situasi yang sama tinggi menggunakan egrang, mencoba untuk berinteraksi. Namun pada kenyataannya, dengan kondisi yang sama, masih saja banyak halangan dan rintangan yang disimbolkan dengan banyaknya ruas-ruas bambu yang terikat tak beraturan pada jubah dan chapeau yang mereka kenakan.Ia menambahkan, pertunjukan tersebut juga menggambarkan dua sudut pandang tentang dua dunia yang berbeda kondisi, satu berada di bawah dan satu yang lainnya tetap berada di atas. Tetapi karena jarak dan dimensi yang berbeda, keadaan itu menyulitkan keduanya.Diiringi alunan musik romantis, pertunjukkan yang mengeksplorasi ruang dan tubuh, mencoba untuk menampilkan permasalahan hidup di kehidupan sehari-hari. "Kami senang sekali bisa tampil di Indonesia, khususnya di Purwokerto. Orang-orangnya sangat terbuka dan ramah. Terlebih, orang-orang Purwokerto belum pernah disuguhi pertunjukkan seperti ini sebelumnya," ujar Anne-Karine Keller, pemeran perempuan dalam pertunjukkan Perchez.Umi Latifah, 35 tahun, warga Kedungringin Purwokerto mengatakan, keduanya cukup lihai memainkan egrang yang cukup membuatnya takjub. “Sepertinya perlu latihan panjang untuk itu,” katanya.Hanya saja, kata dia,  tidak mengerti dengan pesan yang ingin disampaikan. Ia sendiri sengaja membawa kedua anaknya untuk melihat tontonan itu. Dalam benaknya, sirkus yang akan dipertontonkan berisi adegan binatang atau melintas di atas tali.Suwondo Geni, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda dan Olahraga Budaya dan Pariwisata Banyumas mengatakan, acara pertunjukkan ini diadakan dalam rangka pertukaran budaya internasional. “Suatu saat, kami berharap bisa diundang untuk menampilkan seni dan kebudayaan kami di luar negeri," ujar dia. Banyumas dianggap sebagai suatu daerah yang mempunyai kebudayaan yang bagus. Karena alasan itulah, Purwokerto masuk dalam daftar roadshow mereka.Dalam waktu dekat ini, Banyumas akan memberangkatkan perwakilan kesenian ke Jerman. Selain ke Jerman, kelompok seni tari Lengger Banyumasan , di akhir tahun ini akan diberangkatkan ke Kuala Lumpur, Malaysia. "Sekarang masih menunggu kabar dari negara yang mengundang," kata dia menambahkan.ARIS ANDRIANTO

di posting oleh
Totok Sujarwo

No comments:

Post a Comment