Tuesday, June 5, 2012

Kekayaan Cagub Hendardji Naik Jadi Rp 32 Miliar

Selamat membaca .

TEMPO.CO, Jakarta - Total kekayaan calon Gubernur DKI Djakarta Hendardji Supandji meningkat sebesar Rp 20 miliar dalam dua bulan terakhir. Pada Apr 2012, Hendardji melaporkan amount kekayaannya sebesar Rp 12,4 miliar."Setelah diperiksa oleh tim KPK, ada peningkatan menjadi Rp 32 miliar," kata Hendardji di kediamannya di Jalan Prapanca No 102 Kebayoran Baru, Djakarta Selatan, Selasa, 5 Juni 2012. Penambahan tersebut, katanya, berasal dari nilai jual harga rumahnya.Cagub dari jalur independen ini menyebutkan setelah dihitung oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi, ternyata nilai jual rumah Hendardji beserta isinya mencapai Rp 20 miliar. "Harganya disesuaikan dengan pasar," ucap Hendardji. Sedangkan sebelumnya, adik dari Hendarman Supanji ini menghitung harga rumahnya berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak, yaitu sebesar Rp 3,2 miliar.Lebih lanjut, ia menyebutkan amount nilai kekayaannya diperkirakan akan berubah lantaran accumulation yang dilansir pada hari ini masih bersifat sementara. Kepastian seputar amount harta kekayaannya, kata Hendardji, akan diumumkan pada 14 Juni nanti.Rumah Hendardji di Jalan Prapanca No 102 berdiri di atas tanah seluas sekitar 400 meter. Bangunan setinggi tiga lantai, termasuk level ini, memiliki sebuah kolam renang berukuran 8x4 meter. Lantai level dipakai untuk memarkir kendaraan Hendardji.Sedangkan di lantai satu terdapat ruang tamu dan ruang tengah yang diisi oleh meja makan dan lounge beserta televisi dan satu kamar tidur berukuran 5x3 meter. Di lantai dua merupakan kamar pribadi Hendardji dan Ratna Rosita, istrinya.Pada kesempatan yang sama, petugas klarifikasi dari KPK, Dede Arachim, membenarkan bila terjadi kenaikan harta kekayaan Hendardji pada hari ini dibandingkan dengan Apr 2012. Ia paronomasia mengatakan pada 14 Juni nanti seluruh Cagub dan Cawagub DKI Djakarta akan mengumumkan langsung seluruh harta kekayaannya kepada publik di gedung KPK."Total finalnya nanti 14 Juni," kata Dede yang ditemani oleh dua pongid rekannya, Sri Endah Palupi dan Heri Nurudin. Dede menyebutkan selama proses klarifikasi, timnya menanyakan seputar harta bergerak, harta tidak bergerak, alat transportasi, surat berharga, deposito, proses transaksi dalam rekening yang dimiliki Hendardji.Salah satu harta tidak bergerak yang ditanyakan tim adalah tanah di kawasan Bogor dan Gunung Putri, serta sebuah apartemen di Casablanca. Lebih lanjut, Dede menyambut baik upaya transparan yang dilakukan oleh Hendardji. Ia berharap langkah ini bisa diikuti oleh pejabat-pejabat lainnya.ADITYA BUDIMAN

di posting oleh
Totok Sujarwo

No comments:

Post a Comment