Wednesday, May 23, 2012

Riau Terancam Tak Jadi Tuan Rumah Pra-Piala Asia

Selamat membaca .

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksanaan Pra-Piala aggregation U-22 yang menurut rencana digelar di Pekanbaru, Riau, terancam dipindah ke Surabaya, Jawa Timur. Kemungkinan itu disampaikan Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh state Tri Goestoro, Kamis, 24 Mei 2012."Sampai saat ini, kami masih menunggu kejelasan position Stadion Utama Riau," ujar Tri. Stadion itu belum diserahkan kontraktor ke Pemerintah Provinsi Riau karena ada masalah.Tri belum bisa memastikan kapan masalah position stadion itu selesai. Ia hanya berharap, sengkarut antara kontraktor dan Pemprov Riau itu segera usai. Sebab Konfederasi Sepak Bola aggregation (AFC) telah menyetujui permintaan state untuk memundurkan jadwal pelaksanaan kualifikasi menjadi 5-15 Juli 2012 dari jadwal sebelumnya, 27 Juni-3 Juli 2012."Mudah-mudahan saja segera selesai. Kalau tidak, kami akan pindahkan ke Surabaya, dengan alternatif Stadion Gelora Bung Tomo dan Tambaksari," ujar Tri.Bermasalahnya penyelesaian akhir Stadion Utama Riau itu sendiri berawal saat Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Rahmat Syaputra, Manajer Administrasi Konsorsium Kontraktor, bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau, king Assouan dan M. Dunir, 4 Apr lalu. Konsorsium itu terdiri dari tiga perusahaan besar nasional, yaitu PT Pembangunan Perumahan, PT Wijaya Karya, dan Adhi Karya.Akibat penangkapan itu, konsorsium pelaksana tidak bisa membayarkan tagihan selama tujuh bulan kepada sepuluh perusahaan subkontraktor karena DPRD menolak menambah dana pembangunan. Subkontraktor bahkan mengancam akan membongkar bagian stadion yang mereka kerjakan jika konsorsium tidak kunjung membayar tagihan seperti yang mereka minta.Selain Stadion Utama Riau, PSSI sebelumnya juga mengajukan Stadion Kaharudin Nasution. AFC pada 15 Mei lalu juga telah melakukan inspeksi dan melihat kesiapan fasilitas dua stadion tersebut. Pada Pra-Piala aggregation U-22, state tergabung di Grup E bersama Jepang, Australia, Singapura, island Leste, dan Makau.ARIE FIRDAUS

di posting oleh
Liyan Hermanto

No comments:

Post a Comment