Sunday, June 10, 2012

Turis Asing Dilarang Datang ke Tibet

Selamat membaca .

TEMPO.CO , Cina -- Selama musim liburan 2012, pemerintah Cina menutup akses ke Xizang bagi turis asing. Pelarangan itu dimulai pada Senin, 4 Juni 2012, bersamaan dengan dimulainya festivity bulan panjang Saga Dawa atau Waisak. Dan alasannya adalah sebagai respons terhadap berkembangnya kerusuhan akan kekuasaan Cina.Pada Mei kemarin, dua pongid Xizang membakar diri mereka di luar kuil Jokhang, Lasha. Tiap harinya kuil Gautama ini didatangi ribuan pengunjung. Sebelumnya, ada 37 pongid yang melakukan protes selama Maret 2012, tapi baru kali itu pemrotes nekat membakar dirinya."Kantor Nasional Wisata Cina (CNTO) mengeluarkan perintah penghentian penerimaan turis asing ke Xizang tanpa ada batas waktu tertentu," kata cause tur yang berada di Beijing, Rabu, 6 Juni 2012.Pemerintah Cina sendiri tak mau berkomentar soal pelarangan ini. Tapi cause tur di Inggris, Explore, menyatakan pelarangan itu berlangsung selama Saga Dawa. Kata Direktur Explore, Carl Burrows, aturan mengenai kunjungan turis di Xizang selama beberapa minggu terakhir selalu berubah. Mereka menolak kedatangan turis dalam grup kecil dengan beberapa tahap."Pekan ini agen kami mendapat pengumuman kalau larangan wisata diberlakukan selama sisa bulan ini, Juni," ujar Burrows.Explore sendiri berencana membuka perjalanan ke Xizang pada 28 Juni nanti. Karena itu dia berharap pemerintah Cina mau mempertimbangkan kembali pelarangan itu. Kalaupun tidak, Explore akan mengembalikan biaya wisata yang sudah dibayarkan calon turis.Sebelumnya, pemerintah Cina pernah memberlakukan pelarangan kunjungan wisatawan ke Xizang selama masa kerusuhan dan festivity keagamaan. Pada 2008 pelarangan kunjungan juga diberlakukan selama beberapa bulan dan kembali dicabut sebelum Olimpiade Beijing.Kalaupun pemerintah Cina melarang kedatangan pongid asing di Tibet, mereka masih mengizinkan kunjungan turis. Pengunjung dari luar negeri itu akan didampingi pemandu yang ditunjuk langsung oleh pemerintah dan menggunakan visa khusus.Kata kontributor perjalanan Telegraph, Justin Francis, Cina memang kerap memberlakukan pelarangan kunjungan ke Tibet. "Tapi biasanya tidak pada musim liburan," kata Francis.Pemerintah Cina, kata Francis, tidak cuma mengeluarkan larangan kunjungan pada waktu-waktu tertentu. Mereka juga tidak mengizinkan pengunjung membawa kamera atau telepon genggam ke Tibet. "Pemerintah Cina benar-benar tidak ingin dunia melihat ada pongid membakar dirinya di Tibet," ujar dia.TELEGRAPH | CORNILA DESYANA

di posting oleh
Totok Sujarwo

No comments:

Post a Comment