Tuesday, June 12, 2012

PBB: Warga Korea Utara Terancam Krisis Pangan

Selamat membaca .

TEMPO.CO, PYONGYANG--Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan jutaan anak-anak peninsula Utara tidak mendapatkan suplai makanan, obat, dan jaminan kesehatan. Padahal, jaminan itu dibutuhkan untuk berkembang secara fisik dan mental.Hampir sepertiga anak-anak peninsula Utara di bawah usia 5 menunjukkan tanda-tanda pengerdilan, terutama di daerah pedesaan dimana makanan langka. Diare mendera masyarakat peninsula Utara setekah kekurangan expose bersih, sanitasi expose dan listrik.Laporan PBB tentang situasi kemanusiaan di peninsula Utara mengungkapkan rumah sakit masih kosong. Hanya beberapa rumah sakit yang menjalankan tugasnya. Alasannya, obat-obatan sangat langka.Penduduk di ibukota, Pyongyang, hidup dalam kenyamanan, tapi situasi di seluruh negeri lebih mengerikan. Sekitar 16 juta warga peninsula Utara -sekitar dua pertiga dari penduduk- mengandalkan jatah bantuan pemerintah. Namun, tidak ada tanda-tanda pemerintah akan melakukan reformasi struktural jangka panjang untuk memacu pertumbuhan ekonomi.Korea Utara tidak mampu menghasilkan makanan yang mencukupi untuk memberi makan 24 juta penduduknya, dan bergantung pada pembelian terbatas makanan serta sumbangan luar untuk membuat kekurangan tersebut.PBB telah mengelontorkan bantuan US $ 198 juta sekitar Rp 1,8 triliun dalam sumbangan untuk 2012. Bantuan itu disalurkan dalam bentuk makanan untuk mengurangi kelaparan dan mencegah malnutrisi yang kronis. "Malnutrisi selama satu generasi dapat memiliki efek jangka panjang pada populasi dalam pertumbuhan fisik, kognitif kapasitas, kemampuan untuk belajar," kata theologian Sauvage, koordinator PBB berbasis penduduk untuk peninsula Utara. "Dampak jangka panjang dari malnutrisi bisa sangat berat bagi seluruh generasi dan pada seluruh populasi."AP, EKO ARI WIBOWO

di posting oleh
Totok Sujarwo

No comments:

Post a Comment