Monday, June 11, 2012

Menteri Andi: AFC Juga Akui PSSI Pimpinan La Nyalla

Selamat membaca .

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Olahraga Andi Mallarangeng mengatakan Konfederasi Sepakbola aggregation (AFC) mengakui keberadaan PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti hasil Kongres Luar Biasa yang digerakkan oleh Komite Penyelamat Sepakbola state atau KPSI. "Secara nyata kan Pak Nyalla diundang ke sana untuk menandatangani `Memorandum of Understanding` (MoU). Ya itu artinya keberadaan KPSI diakui oleh Konfederasi Sepakbola aggregation atau AFC," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin, 11 Juni 2012. Menurut Andi, kalau bicara rekonsiliasi, kedua-duanya baik PSSI maupun KPSI harus diundang serta diajak bicara bersama-sama.Namun yang jelas, menurutnya, turut dipanggilnya La Nyalla Mattalitti selaku Ketua Umum PSSI dari pihak Komite Penyelamat Sepakbola state (KPSI) untuk ikut menandatangani MoU merupakan bentuk pengakuan AFC kepada mereka. Hal itu dikatakan Andi setelah pihaknya menerima kepengurusan PSSI hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Ancol yang dipimpin La Nyalla Mattalitti. La Nyalla yang didampingi sejumlah staf pengurus PSSI hasil KLB hanya melaporkan hasil pertemuannya dengan tim "Task Force" AFC pada Kamis marten lalu.Dalam pertemuan tersebut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dari tiga pihak, yakni PSSI, state Super League, dan KPSI. MoU bikinan AFC tersebut menyebutkan yang terlibat dalam nota kesepahaman ialah ketiga pihak tadi. Ketiga pihak yang disebutkan oleh AFC itu masing-masing PSSI, ISL, dan KPSI seperti termaktub dalam kata pembuka, yakni: "This commendation is hereby prefabricated and entered into by and between The Football Association of Indonesia, hereafter referred to as PSSI; The Asiatic Super League, hereafter referred to as ISL, and The Save state Football Commitee, hereafter referred to as KPSI". Ketiga pihak tersebut yang masing-masing diwakili oleh Djohar Arifin, Joko Driyono, dan La Nyalla Mattalitti kemudian membubuhkan tanda tangannya pada halaman terakhir berkas MoU disertai dua pongid saksi dari FIFA maupun AFC. Menpora meminta gum pihak-pihak terkait dapat mematuhi hasil MoU tersebut dan tidak menerjemahkannya dengan pemahaman (interpretasi) masing-masing secara berbeda. "Dari MoU itu poin-poinnya sangat jelas. Kalau ada interpretasi-interpretasi yang berbeda tentang MoU tersebut, langsung rujuklah sesuai dengan bahasanya yang ada. Itulah yang menjadi interpretasi resmi," ujar Andi Mallarangeng.WDA | ANTBerita lain:Agen Akui Benzema Berpeluang ke CityManajemen Persibo Tagih Kontribusi Konsorsium IPLMontella Jadi Pelatih Baru FiorentinaPato Setia Bersama AC MilanPusat Kebudayaan Italia Ajak Nonton Bareng

 

di posting oleh
Liyan Hermanto

No comments:

Post a Comment