TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen state (Formappi) Sebastian Salang mengatakan perilaku korupsi di Dewan Perwakilan Rakyat bukanlah hal baru. Lembaga legislatif ini memang dari dulu tidak pernah lepas dari korupsi. "Hasil survei Soegeng Sarjadi Syndicate semakin memkonfirmasi keyakinan itu," kata Sebastian dalam diskusi Polemik Sindo Radio di restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu, 9 Juni 2012. Pada 14-24 Mei lalu Soegeng Sarjadi meminta pendapat 2.129 responden yang tersebar di 33 provinsi. Dengan metode foliate haphazard sampling, wawancara dan tatap muka, SSS menemukan 47 persen responden percaya DPR adalah lembaga terkorup. Selain itu 62,4 persen responden setuju anggota DPR hanya mencari nafkah di Senayan. Menurut Sebastian, perilaku korupsi anggota legislatif ini bisa disebabkan besarnya kewenangan DPR. Dalam penentuan anggaran dan belanja kementerian, DPR bahkan cenderung melakukan penganggaran hingga satuan tiga. "Di setiap penentuan itu selalu ada hitung-hitungannya, dan biasanya akan berujung pada jatah wani piro."Munculnya peluang korupsi oleh anggota legislatif, kata Sebastian, juga terjadi karena persoalan sistematis. Salah satunya karena tidak ada aturan yang jelas mengenai pendanaan partai politik. Akibat tidak tuntasnya aturan pendanaan partai akan memunculnya kebutuhan untuk mencari sumber dana tambahan.Dia mencontohkan adanya kewajiban setiap anggota DPR diminta untuk ikut menyumbangkan uang dengan jumlah tertentu pada partai. Kalau mengharapkan penghasilan yang sah tidak mungkin akan terpenuhi. "Makanya akan ada kreativitas tambahan, ada kebutuhan simbiosis mutualisme partai dan DPR yang akan melanggengkan praktek korup."Sebastian mengatakan besarnya perhatian publik pada DPR merupakan bentuk tingginya harapan masyarakat untuk lahirnya pemerintahan yang lebih baik. Sebagai lembaga pengontrol, publik percaya DPR yang bersih akan menciptakan pemerintahan yang bersih pula. Kalau DPR sudah korup bagaimana dengan lembaga yang dikontrol. "Masyarakat kehilangan harapan, ini pembunuhan harapan masyarakat akan kehidupan yang lebih baik."IRA GUSLINA SUFABerita lainDisebut Terkorup, Ini Kata Politikus SenayanKekayaan Tommy HindratnoIni Elemen Gaji ke-13 Pejabat dan PNSProduser Mr Bean Kesurupan Depe Bantah Sebut RowanIni Dua Personel Baru Cherry Belle
di posting olehLiyan Hermanto
No comments:
Post a Comment