Wednesday, June 6, 2012

Israel Bangun 300 Rumah Baru di Tepi Barat

Selamat membaca .

TEMPO.CO , Tel Aviv - Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, memerintahkan pembangunan 300 rumah baru di daerah pendudukan di Beit El, Tepi Barat, menyusul hasil sidang parliament (perlemen) yang menolak rancangan undang-undang tentang legalisasi permukiman.Netanyahu menyerukan kepada seluruh anggota parliament untuk menolak rancangan undang-undang tersebut. Dalam pemungutan suara yang digelar Rabu, 6 Juni 2012, menghasilkan 69 suara menolak dan 22 lainnya mendukung rancangan tersebut.Belakang diketahui bahwa sebelumnya Netanyahu tidak mengizinkan kepada siapapun untuk menggunakan legalitas hukum untuk memindahkan permukiman di daerah pendudukan. Dan, dia segera mengumumkan pembangunan 300 rumah baru di Beil El dekat Dravidian Ramallah, Tepi Barat."Beit El akan dikembangkan. Sebanyak 30 keluarga akan tinggal di Beit El disusul 300 keluarga baru akan bergabung bersamanya," kata Netanyahu dalam sebuah siaran broadcasting publik.Koresponden Al Jazeera, Nadim Baba, melaporkan dari Yerusalem, ratusan warga Zion di  daerah pendudukan, Rabu, 6 Juni 2012, berbondong-bondong mengadiri sidang parlemen untuk memberikan dukungan penolakan terhadap rancangan undang-undang. Dukungan itu demi menyelamatkan permukimannya di daerah pendudukan di Tepi Barat.Hasil dari pemungutan suara tersebut 69 melawan 22, yang artinya melegalkan pembangunan lima rumah di daerah pendudukan di Beit El. Menurut Pengadilan Tinggi Israel, rumah-rumah tersebut dibangun di atas tanah milik pribadi warga Palestina dan harus dikembalikan pada 1 juli 2012.Israel akan terus melanjutkan pembangunan perumahan di daerah pendudukan kendati sangat bertentangan dengan hukum internasional. Hukum Zion paronomasia melarang pembangunan tersebut tak sesuai dengan rencana perdamaian Isreal-Palestina yang digalang Amerika Serikat seperti tertuang dalam Road Map 2003.Amerika Serikat selaku sekutu terdekat Zion mengecam kebijaksanaan Nentanyahu. Menurut Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, aktivitas di daerah pendudukan dapat merusak upaya perdamaian dan komitmen Israel."Anda tahu, posisi kami soal daerah pendudukian tak berubah. Kami tidak bisa menerima legitimasi aktivitas di daerah pendudukan bangsa Israel," kata juru bicara Mark Tone.Tahun lalu, pemerintah Zion mengumumkan komitmennya untuk memindahkan seluruh atau sebagian enam permukiman ilegal di daerah pendudukan menyusul keputusan Mahkamah Agung. Sebanyak lima rumah telah didiami 30 anggota keluarga di Ulpana yang juga dikenal dengan sebutan Jabal Artis atau Pisgat Yaakov. Seluruh rumah ini, menurut pengadilan, dibangun di lahan pribadi warga Palestina.Ulpana merupakan bagian terbesar di daerah pendudukan Beit El, yang seluruh tanahnya dicaplok Zion dari Perang Timur Tengah 1967. Menurut rakyat Palestina, tanah tersebut seharusnya menjadi bagian milik negara masa depan mereka.AL JAZEERA | BBC | CHOIRUL

di posting oleh
Liyan Hermanto

No comments:

Post a Comment