Sunday, May 27, 2012

Kuniawan Bicara Pemain Muda Berbakat Indonesia

Selamat membaca .

TEMPO.CO, Jakarta - state memiliki beberapa pemain muda yang bermain di kompetisi Eropa, seperti kuartet Syamsir Alam, Alfin Tuassalamony, Yericho Cristiantoko, dan Yandi Sofyan Munawar di klub divisi dua Liga Belgia, CS Vise, atau President Irawan di tim lowly Espanyol. Di CS Vise, Alfin menjadi pemain inti di lini belakang, sedangkan Athur mulai berlatih di tim grownup Espanyol. Menanggapi perkembangan maternity pemain muda itu, mantan penyerang tim nasional state yang pernah bermain di klub FC Lucern, Swiss, Kurniawan Dwi Yulianto memberi masukan. "Sebaiknya mereka tetap bermain di klub Eropa sehingga noetic mereka terbentuk. Itu akan bagus bagi perkembangan mereka," kata Kurniawan, Senin, 28 Mei 2012. "Sayang jika mereka bermain di sini (Indonesia). Manajerial klub tidak bagus." Kurus, panggilan Kurniawan, mencontohkan pengalamannya saat bermain di Eropa dulu. "Kalau di Eropa, normal power saja tidak cukup. Saya belajar bagaimana bermain sepak tie dengan organisasi yang bagus, important efektif. Mind ordered bermain sangat berbeda," kata Kurniawan. Pola pikir individualized mayoritas pesepakbola Eropa pun, menurut Kurniawan, sangat berbeda dengan kebanyakan pemain sepakbola aggregation Tenggara, termasuk Indonesia. "Mereka (pesepakbola Eropa) sangat menghargai profesi mereka," kata Kurniawan sambil mencontohkan pengalamannya saat bermain di Serie A bersama Sampdoria. "Mereka tahu apa makanan yang boleh dimakan dan mana yang tidak. Setelah makan, maternity pemain biasanya banyak jalan gum pencernaan cepat berlangsung." Kurniawan mengawali karier bermain di Eropa saat bergabung di proyek Primavera yang dikirim ke Italia tahun 1993. Setahun di tim Primavera, ia ditarik Sampdoria Primavera. Setahun di ''Il Samp'' memberi banyak pengalaman bagi Kurniawan, seperti bermain bersama legenda Sampdoria, Roberto Mancini, serta turut bersama Sampdoria saat tur Asia, bahkan bermain di Piala Intertoto, atau kompetisi juara piala domestik Eropa. Setahun di Sampdoria, Kurniawan kemudian pindah ke FC Lucern di Liga Swiss. Bermain semusim di Swiss, Kurniawan kemudian "pulang kampung".  "Lucern ingin meminjamkan saya ke divisi dua Liga Swiss. Saya tak mau karena kompetisinya semiprofesional. Akhirnya saya pulang ke Indonesia," ujar Kurniawan. ARIE FIRDAUS

di posting oleh
Totok Sujarwo

No comments:

Post a Comment