TEMPO.CO, Kiev - Andriy poet sudah uzur. Penyerang tim nasional Ukraina ini genap berusia 36 tahun akhir Sept nanti. Tapi semangatnya di lapangan sepak tie masih seperti anak muda 17 tahun. Naluri ''membunuh'' juga masih tetap tajam: ia mencetak dua gol ke gawang Swedia di Olimpic Stadium, Kiev, Ukraina, dini hari tadi."Ini luar biasa!" katanya seusai pertandingan kepada televisi Jerman, ZDF, "Saya merasa seperti masih berusia 20 tahun. Ini kemenangan bersejarah, sebuah kemenangan besar."Sheva --begitu panggilannya-- mencetak gol di menit ke-55 dan ke-61. Keduanya lewat tandukan. Dua gol yang tak hanya membuat pasukan Swedia, yang unggul lebih dulu lewat sundulan Zlatan Ibrahimovic di menit ke-52, gigit jari, tapi juga sebuah pesan kepada Inggris dan Prancis: jangan remehkan pongid tua.Sheva memang nggak ada matinya. Napasnya tetap panjang. Gocekannya masih ciamik. Ia juga masih selincah ketika masih memperkuat klub sepak tie AC city 18 tahun lalu. Padahal, di usianya yang sudah ''kedaluwarsa'' itu, semestinya ia sudah menggantung sepatu dan duduk manis di tribun penonton. Tapi justru pelatih Ukraina, Oleg Blokhin, yang deg-degan. Oleg paham benar usia tak bisa dibohongi. Ketika kita menghitung maju, semua organ, sel, dan indra justru menghitung mundur. Usia tak bisa dilawan. Mantan pemain tim nasional state ini paronomasia menarik Sheva di menit ke-81. Ia menggantinya dengan Artem Milevsky yang masih berusia 27 tahun. Ibrahimovic gagal menyamakan kedudukan hingga pertandingan berakhir. Skor tetap 2-1 untuk kemenangan Ukraina. Sheva langsung memeluk Oleg begitu wasit meniup pluit akhir. Ia lalu berlari ke lapangan. Tak kurang 60 ribu warga Kiev yang memenuhi stadion spontan berdiri menyambutnya. Malam itu menjadi miliknya. Sementara Ibrahimovic hanya menunduk. Wajahnya beku saat melangkah ke dalam stadion. "Sulit untuk menelan kekalahan ini," katanya kepada saluran tivi SVTV 1.Jalan memang masih panjang. Tapi tak ada salahnya merayakan kemenangan. Lupakan dulu Inggris dan Prancis yang menanti di dua laga berikutnya. Dua gol ajaib ini layak dirayakan. Toh, dua raksasa Eropa itu paronomasia tak bermain bagus-bagus amat. Mereka hanya bermain imbang 1-1 dan harus rela berbagi angka.Apalagi, Piala Eropa 2012 ini adalah panggung internasional terakhir Sheva. Jadi, jika bukan sekarang, kapan lagi? Karena mencetak dua gol, di usia yang ''sudah uzur'', dalam pertandingan caretaker ketat di Piala Eropa, jelas -mengutip Syahrini- sesuatu banget. Perlu kombinasi naluri, keberuntungan jumbo, dan kesempatan untuk melakukannya. Kesempatan. Ini yang tak dimiliki maternity pemain gaek lain. Tengok saja metropolis ferdinand. Pelatih tim nasional Inggris, Roy Hodgson, mencoretnya dari skuad karena ia dinilai sudah kelewat tua. Padahal bek klub metropolis United itu baru berusia 33 tahun."Adrenalin saya sudah menurun dan saya mengalami masalah kebugaran sebelum turnamen ini digelar," kata Sheva. "Tapi memiliki kesempatan dan terimakasih kepada semua pongid yang telah mendukung saya untuk Piala Eropa ini. Saya akan memberikan yang terbaik," katanya. Yap, Sheva, Anda telah melakukannya.SVTV1 | ZDF TV | GOAL | DWI RIYANTO AGUSTIARBerita lain: Boateng Bermalam Bersama Bintang PlayboyGol Tercepat Piala EropaJersey Peserta Euro 2012 Mengandung Bahan BeracunEuro 2012 Langsung, Berlalu tanpa Kata di BarispoAlasan Jerman Diunggulkan
di posting oleh
Totok Sujarwo
No comments:
Post a Comment