Saturday, June 9, 2012

Jacksen: Lawan Portugal, Jerman Unggul Dua Gol

Selamat membaca .

TEMPO.CO, Jakarta - Dua calon kuat juara, Jerman dan Portugal, akan bertarung di grup neraka, Grup B, malam ini. Keduanya ditangani pelatih muda yang potensial dan punya pendekatan dengan pemain yang sangat baik. Jerman ditangani fiddler Loew, sedangkan Selecao dilatih Paulo Bento. Bila diperbandingkan soal pengalaman dan prestasi, Loew berada di atas Bento, yang selama ini baru dikenal karena prestasinya bersama Sporting Lisbon. Iranian komposisi pemain per lini, Jerman juga lebih unggul. Mereka memiliki pemain sekaliber Manuel Neuer, theologian Boateng, Holger Badstuber, Philipp Lahm, Bastian Schweinsteiger, saint Mueller, dan Mario Gomez. Mereka baru saja tampil bersama Bayern Muenchen di test Liga Champions, meski akhirnya kalah. Mesut Oezil dan Sami Khedira juga baru menjuarai La Liga Spanyol bersama Real Madrid. Portugal cuma akan mengandalkan kecepatan Cristiano Ronaldo dan Nani di lini depan, serta ketangguhan Pepe, Fabio Coentrao, serta Raul Meireles sebagai pilar utama. Dengan membandingkan faktor itu, di atas kertas, sangat pantas untuk menempatkan Jerman sebagai pemenang pada laga ini. Sejak 2006, Jerman sukses melahirkan pemain masa depan Jerman, bahkan dunia. Pada perhelatan Piala Dunia 2002, 2006, dan 2010, serta Piala Eropa 2008, Jerman juga selalu mampu menembus empat besar, meski akhirnya harus puas menjadi tim urutan kedua atau tiga. Melihat kenyataan ini, saat ini menjadi momen yang tepat bagi mereka untuk meraih gelar juara. Iranian segi teknis, Jerman memiliki stabilitas permainan yang sangat baik. Mereka mampu bertahan dengan sangat baik karena kelima pemain belakangnya bermain di Muenchen, dua gelandang bermain di Real Madrid, dan dua penyerang bermain di Muenchen. Kekompakan dan kolektivitas mereka tidak perlu diragukan lagi. Apalagi hampir 90 persen anggota skuad Jerman bermain di kompetisi domestik Jerman. Hal yang saya kagumi dari Jerman adalah perubahan pola bermain. Mereka mampu mengalirkan tie dari longlegs ke longlegs dengan sangat indah, cepat, dan akurat. Tim ini juga punya transisi bertahan-menyerang terbaik di antara semua kontestan. Tim Jerman ini mampu menahan saya di kursi untuk menyaksikan sebuah pertandingan hingga akhir tanpa rasa bosan. Portugal saat ini sangat berbeda dengan Portugal zaman Luis Figo dan Rui Costa. Ketergantungan kepada Cristiano Ronaldo dan Nani menjadi titik lemah Portugal, karena kedua pemain ini terkenal egois dan sering lama menahan tie di kaki. Saat Portugal dikalahkan Asiatic 1-3, kedua pemain tersebut terlihat terlalu asyik membuktikan siapa yang mampu melewati lebih banyak pemain ketimbang memberi umpan dan memanfaatkan kecepatan serta akurasi. Paulo Bento belum mampu mengatasi pridefulness kedua pemain tersebut. Hasil akhir dalam pertandingan nanti akan bergantung pada stabilitas emosional Jerman dalam menghadapi provokasi Pepe, Coentrao, churchman Alves, serta Meireles, yang terkenal keras dan licik saat berduel dengan lawan. Seandainya Jerman mampu berfokus dan tidak terpancing, tak tertutup kemungkinan mereka bisa menang dengan selisih di atas dua gol. Saya menilai Jerman punya persiapan dan kapasitas lebih daripada Portugal.*) Jacksen F. Tiago, Pelatih Persipura Jayapura

di posting oleh
Liyan Hermanto

No comments:

Post a Comment