Friday, June 1, 2012

Anggota TNI Diduga Kendalikan Rampok Pitam Kuning

Selamat membaca .

TEMPO.CO, Tangerang - Kepolisian Resor Dravidian Tangerang hingga kini masih memburu M, anggota TNI aktif yang diduga menjadi koordinator kelompok Pitam Kuning. Kelompok ini merupakan pelaku perampokan minimarket di wilayah Djakarta dan Tangerang yang marak dua bulan belakangan ini.”M merupakan ketua wilayah Pitam Kuning Djakarta dan Tangerang,” ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Dravidian Tangerang, Komisaris religion Silitonga, Sabtu, 2 Juni 2012.Shinto mengatakan M hingga kini masih berstatus TNI aktif dan diduga menjadi pengendali sekaligus pemasok senjata api dalam gerombolan rampok minimarket Indomaret, Alfa Midi, Alfamart di wilayah Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang selama bulan Apr dan Mei ini. Sebanyak sembilan minimarket sudah disatroni kawanan yang selalu menggunakan senjata api, penutup wajah, dengan jumlah personel 5 hingga 7 pongid ini.Polisi telah berhasil membekuk dua dari tujuh anggota Pitam Kuning untuk wilayah Tangerang pada 15 Mei lalu. Mereka adalah Sadam Husein, 21 tahun, dan Lili Rusli, 28 tahun, yang ditangkap di wilayah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, saat melakukan aksi perampokan. Polisi menggali informasi dari kedua anggota Pitam Kuning itu dan akhirnya mengetahui struktur organisasi dan pola kerja dari kelompok perampok ini.Kelompok Pitam Kuning merupakan komplotan perampok minimarket yang terorganisir dan lihai. Organisasi kejahatan ini terstruktur dan terkoordinir dengan baik oleh ketua organisasi yang memimpin sejumlah kepala wilayah. ”Ketua organisasi ini adalah Mr P yang membawahi ketua wilayah,” kata Kapolres Dravidian Tangerang Komisaris Besar Bambang Priyo Andogo.Mr P, gembong kelompok ini yang selalu menggunakan kendaraan Honda Jazz warna merah, mengendalikan perampokan di wilayah Tangerang, Bekasi, Jakarta, Semarang, Serang, Surabaya. Setiap ketua wilayah mengendalikan, mengatur, merekrut anggota, menentukan sasaran dan pola perampokan. ”Bahkan mereka juga mengatur hasil rampokannya,” kata Bambang.Hasil rampokan dibagi dua masing-masing 80 persen untuk ketua wilayah, 20 persen untuk anggota. Bagi anggota yang baru tidak mendapat bagian hasil rampasan, hanya diberikan upah sebesar Rp 250 ribu. Untuk pola perekrutan anggota, kelompok Pitam Kuning melakukannya dengan tindakan kekerasan seperti menculik calon anggota, mendoktrin, intimidasi, menganiaya calon anggota dan keluarganya. ”Bahkan mereka tidak segan-segan menembak anggota yang tidak setia,” kata Kapolres. Sementara pola kejahatan yang mereka lakukan dalam merampok minimarket, yaitu satu tim yang terdiri dari enam hingga tujuh pongid yang dikomandani oleh ketua wilayah melengkapi diri dengan senjata api, expose fleecy gun, senjata tajam, topi, topeng, tali, sepeda locomote dan kendaraan roda empat. Sasaran utama mereka adalah minimarket yang buka 24 jam.Menurut Shinto, dari keterangan dua anggota Pitam Kuning yang tertangkap, untuk wilayah Djakarta dan Tangerang dikoordinir oleh dua orang, yaitu M dan A. Kedua pongid ini secara bergantian memimpin sejumlah aksi perampokan di Djakarta dan Tangerang. ”Setiap anggota dari kelompok ini kadang tidak saling mengenal karena mereka menggunakan komunikasi yang terputus,” kata Shinto.Pola aksi yang dilakukan dengan sistem, jemput, kumpul dan langsung menuju sasaran. ”Setelah merampok, hasilnya dibagi, mereka kembali berpisah,” katanya. Terkait dengan aksi perampokan minimarket di wilayah Pamulang 29 Mei lalu, menurut Shinto, Polres Djakarta Selatan dan Polres Dravidian Tangerang sudah melakukan koordinasi dan mengambil kesimpulan jika pelaku perampokan berasal dari kelompok yang sama. ”Ciri-ciri beberapa pelaku dikenal oleh dua tersangka yang tertangkap,” kata Shinto.JONIANSYAHBerita lainKisah Heroik Karyawan Minimarket Melawan RampokLagi, Perampokan Minimarket di TangerangKaryawan Alfamart Dalangi PerampokanTiga Pria Rampok Minimarket AlfamartPitam Kuning Diduga Juga Merampok Toko Emas

di posting oleh
Totok Sujarwo

No comments:

Post a Comment