Wednesday, May 30, 2012

Kejatuhan Wall Street dan Regional Ancam IHSG

Selamat membaca .

TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan city Efek state pada perdagangan Rabu, 30 Mei 2012, turun tipis 1,149 poin (0,03 persen) ke take 3.917,916. Fluktuasi dan melemahnya nilai tukar rupiah hingga di atas 9.600 per dolar Amerika Serikat (AS) kembali membebani perdagangan bursa domestik. Jatuhnya saham di bursa Wall Street semalam akibat kekhawatiran krisis Eropa semakin dalam dan meluas kembali mengancam pergerakan IHSG hari ini. Merosotnya harga minyak hingga ke US$ 87 per barel akan semakin membebani saham pertambangan dan komoditas lainnya, sehingga dapat kembali menekan indeks. Analis dari PT Panin Sekuritas Tbk, Purwoko Sartono, mengatakan indeks hari ini akan bergerak beragam dengan kecenderungan melemah dengan kisaran 3.880 hingga 3.940. Pada perdagangan kemarin indeks bergerak fluktuatif dalam rentang yang datar dan ditutup melemah tipis karena sepinya transaksi perdagangan. “Investor masih terlihat ragu dan bersikap move and wager atas perkembangan kondisi ekonomi global,” tuturnya. Investor terus melakukan penjualan yang cukup besar seiring dengan terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Memerahnya bursa regional pagi ini juga akan menjadi hambatan bagi indeks untuk bisa menguat. city Yeddo pagi ini jauh 2,01 persen, bursa Selandia Baru turun 0,64 persen, bursa Seoul merosot 1,4 persen, serta bursa state juga terkoreksi 1,1 persen. Dalam perdagangan semalam indeks saham utama Dow designer jatuh 160,83 poin (1,28 persen) ke take 12.419,86. Indeks S&P 500 juga susut 19,1 poin (1,43 persen)ke 1.313,32, serta indeks saham teknologi Nasdaq juga tergerus 33,63 poin (1,17 persen) menjadi 2.837,36. VIVA B. KUSNANDAR

di posting oleh
Liyan Hermanto

No comments:

Post a Comment