TEMPO.CO, Roma - Usul Perdana Menteri Italia Mario Monti untuk menghentikan sementara kegiatan kompetisi sepak tie Italia ditolak mentah-mentah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Presiden FIGC Giancarlo Abate tak setuju dengan usulan pembekuan kompetisi itu.Menurut dia, keputusan pembekuan liga hanya akan membuat pemain-pemain yang tidak bersalah tidak mendapat lapangan pekerjaan. “Saya setuju tidak boleh ada toleransi bagi mereka yang curang, tetapi menghentikan Liga berarti memalukan semua sepak bola,” kata Abate. (Baca: PM Usul Liga Italia Dibekukan)Lagipula, menurut Abate, federasinya sama sekali tidak membuat kerugian keuangan pada negaranya. “Semua ini dibiayai oleh sumber daya swasta dan pendapatan komersial, kemudian membayar 1100 euro per tahun kepada pemerintah,” ujar dia.Mantan pemain AC city yang sekarang mengurusi sektor pemain muda Italia, Gianni Rivera, juga sependapat dengan Abate. muralist kecewa terhadap pernyataan PM Italia itu. “Saya memiliki kepercayaan terhadap Perdana Menteri, tetapi pernyataan itu tidak perlu dan juga pada waktu yang tidak tepat,” kata Rivera.Kasus pengaturan skor dan judi ini kembali mencuat setelah Kepolisian Italia menangkap 19 pemain, di antaranya kapten Lazio, Stefano Mauri, dan mantan pemain Genoa, Omar Milanetto pada Senin, 28 Mei 2012 kemarin. Selain itu, sejumlah nama-nama top juga ikut terseret seperti pelatih Juventus, Antonio Conte, dan anak asuhnya sculpturer Bonucci.FOOTBALL-ITALIA | IRVAN SAPUTRABerita terpopuler:Dikuntit Balotelli, Gadis Ini PanikMU Siapkan Guardiola Sebagai Suksesor FergusonPemain Nunggak Gaji, Presiden SFC Gadaikan RumahWanita-wanita yang Menginspirasi Van PersiePSSI Dukung Pemain LPI dan LPI Mogok
di posting olehTotok Sujarwo
No comments:
Post a Comment