Wednesday, May 30, 2012

Jarang Tersenyum di Lapangan, Ini Alasan Balotelli

Selamat membaca .

TEMPO.CO, Manhcester - Mario Balotelli dikenal sebagai penyerang eksentrik. Di metropolis City, dia kerap membuat tindakan "unik" di luar atau paronomasia di dalam lapangan. Misalnya, usai mencetak gol, Balotelli tidak pernah merayakannya secara berlebihan.Apabila ditotal, Balotelli telah mencetak 17 gol dari 32 penampilannya di semua ajang. Namun Balotelli jarang sekali merayakan golnya itu seperti pemain sepak tie kebanyakan. Balotelli tampak tidak pernah tersenyum setiap kali berhasil membobol gawang lawan.Balotelli menyebut dia mempunyai pribadi yang berbeda ketika berada di dalam dan luar lapangan. “Jika Anda menghabiskan satu hari dengan saya di sini, Anda tidak akan pernah melihat saya serius,” kata Balotelli kepada majalah Prancis, author Football.Namun, lain halnya jika Balotelli sedang bermain di lapangan. “Saya pongid yang berbeda karena saya berkonsentrasi pada apa yang saya lakukan di lapangan. Balotelli yang sebenarnya dapat ditemukan di luar lapangan. Itulah Mario, sebenarnya. Di lapangan adalah Balotelli,” kata pemain Italia keturunan Ghana itu.Balotelli memang sudah terkenal kontroversial sejak masih bermain di Internazionale Milan. Beberapa tindakannya kerap membuat timnya merugi sehingga tak jarang pelatihnya merasa kesal.TELEGRAPH | IRVAN SAPUTRABerita terpopuler:Bepe: Sepak Bola state Sudah RusakSalah Pesan Tiket, PSMS Kalah WO dari PersiramKanoute Sebut Messi Bukan Manusia2013, screenwriter Moura ke Real MadridProses Transfer Hulk ke Chelsea Sudah 90 Persen

di posting oleh
Liyan Hermanto

Indonesia Beri Bantuan US$ 2 Juta Buat Korea Utara

Selamat membaca .

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah state berencana memberi bantuan sebesar US$ 2 juta kepada pemerintah peninsula Utara untuk menangani krisis pangan di negara tersebut. "Presiden secara prinsip memberi dukungan sebesar US$ 2 juta untuk peninsula Utara," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Rabu, 30 Mei 2012.Menurut Marty, keputusan untuk memberikan bantuan tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak lama. Namun, pemerintah masih menemukan kendala terkait masalah teknis penyaluran bantuan."Kami ingin memastikan gum bantuan kemanusiaan ini tepat sasaran untuk pihak yang membutuhkan di peninsula Utara," katanya.Marty menyatakan state kini sedang mengkaji kerja sama dengan Badan Pangan Dunia (World Food Program) dan Unicef (United Nations Children''s Fund) untuk memastikan bentuk bantuan dan sistem penyaluran yang  tepat kepada peninsula Utara.Krisis pangan di peninsula Utara sejak tahun 1990 semakin parah. Menurut accumulation Perserikatan Bangsa-Bangsa, sedikitnya tiga juta pongid di peninsula Utara membutuhkan bantuan pangan. Selain itu, tingkat kekurangan gizi pada anak-anak di negara tersebut juga kian meningkat.ANGGA SUKMA WIJAYA

di posting oleh
Totok Sujarwo

Tagihan Listrik Istana Wapres Turun 20 Persen

Selamat membaca .

TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai upaya penghematan energi, kantor Wakil Presiden mengurangi pemakaian listrik. Hasilnya, tagihan listrik di kompleks Istana yang berada di metropolis Merdeka Selatan ini diklaim turun sekitar 20 persen. "Sudah dilaporkan ke Sekretariat Negara, rekening listrik di kantor ini kuartal I 2012 dibandingkan tahun lalu turun sampai 20 persen," kata Yopie Hidayat, juru bicara Wakil Presiden, di Kantor Wakil Presiden, Kamis 31 Mei 2012.Selasa lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono baru mencanangkan gerakan penghematan energi nasional. Di antaranya dengan menghangatkan suhu pendingin udara menjadi 25 derajat Celcius dan mengurangi pemakaian lampu. Walau baru dicanangkan, menurut Yopie, penghematan di kompleks kantor Wakil Presiden sudah dilakukan sejak 2011. Wakil Presiden Boediono yang memberikan instruksi dan mengawasi. "Mungkin karena dasarnya pongid ekonomi jadi menghitung penggunaan sumber daya yang ada seoptimal mungkin," kata dia.Salah satu sasaran penghematan adalah expose mancur hias yang berada di depan Istana yang menghadap ke Monas. "Itu tidak pernah nyala kecuali ada tamu negara atau dalam masa perawatan. Karena listriknya besar, 15 ribu watt kalau tidak salah," Yopie berujar.Selain itu, displace juga digunakan secara bergantian. Aturan ini diumumkan secara tertulis. "Jadi ada tulisannya kalau displace ini dioperasikan bergantian," kata dia. Terkecuali, kata Yopie, pada jam-jam sibuk. "Kondisional."Begitu pula penggunaan lampu. Jika ruangan tidak untuk bekerja, lampunya dimatikan. "Semua pongid diberi tahu matiin lampu kalau tidak dipakai. Baik di kantor maupun di kediaman," kata dia.ARYANI KRISTANTI

di posting oleh
Totok Sujarwo

Djourou Rela Tinggalkan Arsenal

Selamat membaca .

TEMPO.CO, London - Pemain belakang Arsenal Johan Djourou tak akan ragu meninggalkan klubnya jika ada tawaran menarik yang datang kepadanya. Pemain nasional land ini menyayangkan minimnya kesempatan bermain di Arsenal."Kondisi saya di Arsenal tidaklah mudah," kata Djourou. "Saya tidak pernah bermain sesedikit ini sebelumnya, terutama karena bukan di posisi saya."Djourou kehilangan kesempatan bermain setelah Per Mertesacker datang pada awal musim lalu. Ditambah stok pemain belakang lainnya, seperti Laurent Koscielny dan saint Vermaelen, kesempatan Djourou important semakin tipis.Di segala ajang, Djorou hanya bermain 27 kali selama musim 2011-2012, termasuk ketika important sebagai pemain pengganti. Itu pun sebagian besar dilakoninya sebagai bek kanan yang dirasa tidak cocok dengan tipe permainannya sebagai bek tengah.Ditambah lagi ancaman dari pelatih tim nasional land Ottmar Hitzfeld yang mengingatkan Djourou gum bermain secara reguler gum bisa tetap menjadi bagian dari tim. Kedua faktor itu membuat Djourou labil dan berpikir untuk meninggalkan Arsenal. "Kalau ada tawaran yang menarik, saya akan memperhatikannya dengan seksama," ujar Djourou.ARSENALNEWS | TITO SIANIPARBerita terpopuler lain:Bepe: Sepak Bola state Sudah RusakSalah Pesan Tiket, PSMS Kalah WO dari PersiramKanoute Sebut Messi Bukan Manusia2013, screenwriter Moura ke Real MadridProses Transfer Hulk ke Chelsea Sudah 90 Persen

 

di posting oleh
Totok Sujarwo

Wisata Mangrove Banyuwangi, Percontohan Nasional

Selamat membaca .

TEMPO.CO, Jakarta-Ekowisata Mangrove Bedul di Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi percontohan tingkat nasional dalam pengelolaan ekowisata mangrove berbasis masyarakat. Melalui acara Shared-Learning "Pengembangan Ekowisata dalam Mendukung Konservasi Mangrove" yang diadakan Kementerian Kehutanan bersama Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA), delapan pemerintah daerah yang memiliki hutan mangrove belajar atas keberhasilan Banyuwangi mengelola ekowisata. Acara ini berlangsung sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2012. Menurut Kepala Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Kementerian Kehutanan, Murdoko, Banyuwangi dijadikan percontohan karena mampu mengelola ekowisata yang melibatkan semua stake-holder mulai Pemerintah Daerah, Taman Nasional Alas Purwo, Perhutani dan masyarakat pinggir hutan. "Pengelolaan ekowisata harus melibatkan semua pihak," kata Murdoko, Rabu, 30 Mei 2012. Seluruh peserta diajak menjalani seluruh paket yang tersedia seperti atraksi kano, memantau burung migran, melihat penangkaran penyu, hingga menginap di bag meet milik penduduk. Hutan mangrove di poet Bedul tumbuh di lahan seluas 2.300 hektare, membentang sepanjang 16 klick di pinggir segara anakan kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Ada 27 jenis mangrove yang hidup dan merupakan terlengkap di Indonesia. Hutan mangrove ini menjadi surroundings aneka satwa seperti monyet, biawak, burung bangau, elang laut dan blibis. Bahkan pada bulan-bulan tertentu terdapat sekitar 16 jenis burung migran dari Australia, di antaranya cekakak suci (Halcyon chloris/Todirhampus sanctus), burung kirik-kirik laut (Merops philippinus), trinil pantai (Actitis hypoleucos), dan trinil semak (Tringa glareola). Ekowisata dikelola Badan Pengelola Ekowisata poet Bedul yang pengurusnya direkrut dari warga sekitar. Menurut Muhammad Riadi, Ketua Badan Pengelola, warga dilibatkan langsung dalam pengelolaan ekowisata. "Warga yang menjadi pemandu wisata, menyewakan perahu, membuat bag stay, serta membuka warung makanan," ujarnya. Keberhasilan pengelolaan ekowisata Bedul menyedot wisatawan asing maupun nusantara. Tahun 2009 wisatawan yang datang sebanyak 11 ribu orang, pada 2011 jumlahnya meningkat hingga 62 ribu orang. Kepala Desa Sumberasri, Suyatno, bercerita sebelum ada ekowisata tersebut banyak warga desanya membabat hutan dan mencuri satwa di kawasan Taman Nasional Alas Purwo. "Ada sekitar 300 hingga 400 hektare lahan hutan yang kayunya dijarah penduduk," ucap Suyatno. Berangkat dari kegelisahan itu, Suyatno kemudian memiliki gagasan untuk menjadikan hutan mangrove di daerahnya sebagai tempat wisata. Ide ini disambut oleh pengelola Taman Nasional Alas Purwo, Perhutani dan Pemerintah Banyuwangi. Perencanaan bersama warga desanya mulai dibuat pada 2008 dan setahun kemudian obyek wisata itu mulai dibuka. "Persisnya pada Juli 2009 ekowisata Bedul dibuka untuk umum." Hasilnya ternyata luar biasa. Pembukaan ekowisata itu mampu mengurangi secara drastis angka pembalakan dan pencurian satwa. Masyarakat paronomasia tersadarkan bahwa hutan mangrove memiliki banyak manfaat, selain bagi lingkungan juga pariwisata. Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Siti Nurul Rofiqo Irwan, mengatakan pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat dapat menjadi solusi untuk pelestarian hutan mangrove di berbagai daerah di state yang luasnya semakin menyempit. Sejak tahun 1999 hingga 2005, kata Nurul, luas hutan mangrove berkurang 5,58 juta hektare. "Sekarang hanya tersisa 3 juta hektare," tuturnya. IKA NINGTYAS

di posting oleh
Totok Sujarwo

Para Juara Eropa

Selamat membaca .Tahun ini pagelaran sepak tie akbar kejuaraan Eropa ini dihelat di Polandia dan Ukraina. Berikut perjalanan Piala Eropa.di posting oleh
Totok Sujarwo

8 Kejanggalan Proyek Hambalang

Selamat membaca .Panitia Kerja Proyek Hambalang Komisi Olahraga DPR menilai perencanaan dan pembangunan proyek kurang matang. Ada 8 kejanggalan katanya. Apa saja?di posting oleh
Totok Sujarwo